Community Involvement in Stunting Prevention in Gelangsar Village West Lombok

Authors

  • Mingki Zohratul Mahmudah Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat image/svg+xml Author
  • Didin Septa Rahmadi Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.831215/sqbgm378

Keywords:

Community Involvement, Stunting Prevention, Posyandu, Family Participation, Village Empowerment

Abstract

This study examined community involvement in stunting prevention in Gelangsar Village, Gunungsari District, West Lombok, and identified enabling and constraining factors. A qualitative case study was conducted from February to July 2026. Data were collected through overt observation, structured interviews, and documentation involving village government, health cadres, family assistance personnel, parents, youth, and community members selected purposively until information was considered sufficient. Credibility was strengthened through source and technique triangulation, while analysis followed data collection, reduction, display, and verification. Community involvement took the form of monthly integrated health-post attendance, supplementary feeding, family development and father classes, parental nutrition and caregiving practices, youth health awareness, and collective environmental cleaning. Village records reported 23 stunted children among 224 targeted children in 2025, or 10.27%. Participation was supported by village programs, cadres, health workers, local food resources, and assistance for vulnerable households. Constraints included uneven health information, limited paternal involvement, traditional beliefs, passive participation, low household income, restricted program budgets, and inadequate waste disposal. Sustainable prevention requires shared planning, stronger father and youth engagement, sanitation improvement, continuous education, and community participation in monitoring and evaluation.

References

Ariati, L. I. P. (2019). Faktor-faktor risiko penyebab terjadinya stunting pada balita usia 23-59 bulan. Oksitosin Jurnal Ilmiah Kebidanan, 6(1), 28-37. https://doi.org/10.35316/oksitosin.v6i1.341

Asatuti, N. B., Sumardi, R. N., Ngardita, I. R., & Lusiana, S. A. (2021). Pemantauan status gizi dan edukasi gizi pada remaja sebagai upaya pencegahan stunting. ASMAT Jurnal Pengabmas, 1(1), 46-56. https://doi.org/10.47539/ajp.v1i1.8

Banul, M. S., Manggul, M. S., Halu, S. A. N., Dewi, C. F., & Mbohong, C. C. Y. (2022). Pemberdayaan keluarga dalam pencegahan stunting di Desa Rai Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(8), 2497-2506.

Destiarni, A. (2024). Posyandu sebagai program pemberdayaan masyarakat untuk mencegah stunting pada balita di Dusun Tlogo. Jurnal Pelangi Pendidikan, 1(2), 77-84.

Habib, M. A. F. (2021). Kajian teoritis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif. Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy, 1(2), 82-110.

Haryono, D., & Marlina, L. (2021). Partisipasi masyarakat pada pencegahan stunting di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. The Indonesian Journal of Politics and Policy, 3(2), 42-52.

Hasanah, R., Aryani, F., & Effendi, B. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting pada anak balita. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 1-6. https://doi.org/10.59025/js.v2i1.54

Kholillah, N., Laila, S. N., Adzim, M. F., Rofiah, A., Safitri, N., Alfiani, O., & Sofian, A. (2024). Peran masyarakat Desa Rejosari dalam mencegah stunting pada anak. Karya Nyata Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 28-42. https://doi.org/10.62951/karyanyata.v1i4.565

Latip, L., & Malahayati, M. (2024). Peran masyarakat dalam upaya mencegah stunting studi kasus di Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Laksamana. Jurnal Pengabdian Masyarakat STIA LK, 3(1), 156-161.

Mediani, H. S., Nurhidayah, I., & Lukman, M. (2020). Pemberdayaan kader kesehatan tentang pencegahan stunting pada balita. Media Karya Kesehatan, 3(1).

Mitra, M., Rany, N., Yunita, J., & Nurlisis, N. (2022). Pelatihan kader dalam deteksi dini stunting dan pencegahan stunting melalui pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat. J-ABDI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 4311-4318. https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i3.2450

Pateda, S. M., Ramadhani, F. N., & Yusuf, N. A. R. (2023). Pencegahan stunting melalui lima pilar sanitasi total berbasis lingkungan di Desa Ulantha. Pharmacare Society, 2(1), 29-35. https://doi.org/10.37905/phar.soc.v2i1.18590

Pebriandi, P., Fatriansyah, A., Rizka, D., Indahsari, L. N., Yulanda, N. O., & Nurianti, N. (2023). Sosialisasi pencegahan stunting pada masyarakat Desa Simandolak. ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 53-57. https://doi.org/10.35877/454RI.abdiku2153

Permatasari, M. A., & Eprilianto, D. F. (2023). Analisis partisipasi masyarakat dalam mencapai zero stunting di Kelurahan Bulak Banteng Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Publika, 2637-2650.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225-229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253

Sari, D. N., Zisca, R., Widyawati, W., Astuti, Y., & Melysa, M. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting. JPKMI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 4(1), 85-94.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sulistiawati, A., & Nasution, K. (2022). Upaya penanaman pendidikan karakter di sekolah dasar telaah pendekatan struktural fungsional Talcott Parsons. Jurnal Papeda, 4(1), 24-33

Downloads

Published

2026-09-28